Supplier VS Dropshipper: Mana yang Paling Menguntungkan ?

Supplier dan Dropshipper

supplier adalah pemasok suatu barang. Pemasok sendiri bisa diartikan sebagai perorangan atau perusahaan/bisnis yang menyediakan produk atau layanan kepada bisnis lain. Singkatnya, sebagai supplier hanya bertugas untuk menyediakan produk yang akan dijual oleh toko lain.

Hal ini berbeda dengan dropshipper. Dropship dapat diartikan sebagai sistem penjualan di mana penjual atau dropshipper hanya perlu memasarkan dan menjual barang milik pihak lain tanpa perlu membelinya terlebih dahulu (menyetok barang).

Supplier

Sebagai supplier memiliki kelebih jika dibandingan dropshipper. supplier tidak terlalu membutuhkan branding, karena mereka sebagai pemasok produk yang disediakan untuk usaha retail.

Profit atau keuntungan jelas lebih besar sebagai supplier dari pada dropshipper. Hal ini dikarenakan supplier bisa menetapkan harga jual untuk mereka sendiri, ini lebih hemat tentu.

Tapi bukan berarti supplier tidak ada kekurangan ya. Ada beberapa hal kekurangan yang di alami oleh supplier. Seperti, biaya operasional lebih tinggi. Tentu hal ini akan membuat modal kamu diawal lebih besar dari pada dropshipper.

Selain itu, kamu juga dituntut untuk segera menghabiskan produk yang tersisa untuk meminimalisir tenaga, waktu dan juga ruang atau tempat.

Baca juga: 5 Trik Merubah pembeli Jadi Loyal Customer

Dropshipper

Hal yang lebih mudah dilakukan oleh dropshipper dibandingkan dengan supplier adalah, minimnya modal usaha. Tentu ini menjadi point plus yang bisa dirasakan sebagai pelaku dropshipper yang tidak perlu stock barang

Mana yang lebih untung ?

Mudahnya pengiriman dan packing juga menjadi dropshipper lebih menguntungkan dibandingkan dengan supplier yang lebih banyak terjun langsung kedalam operasional bisnis.

Sebagai dropshipper hanya perlu menjalankan strategi marketing dan selanjutnya biarkan supplier yang akan menangani operasional bisnis.

Sama seperti supplier, dropshipper memiliki kekurangan diantaranya seperti. Tidak bisa melakukan kontrol kualitas produk. dropshipper hanya mengikuti kualitas produk dari supplier dan akan menjualnya.

Spesifikasi produk dan kualitas produk akan susah menentukan mana yang terbaik. Karena dropshipper hanya mengikuti kualitas produk dari supplier.

Balik lagi, kenali diri kamu sendiri untuk menentukan mana yang terbaik. Karena setiap supplier dan dropshipper memiliki kelebihan dan kekurangannya masing – masing.

Kalau kamu, lebih tertarik yang mana ? Tulis di kolom komentar! 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

×